Minggu, 22 November 2020

Halaqoh 25 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Buah Dan Manfa'at Beriman Kepada Malaikat

Buah Dan Manfa'at Beriman Kepada Malaikat

Di antara buah dan manfaat beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah yang pertama beriman dengan malaikat adalah bagian dari mewujudkan keimanan yang tersebut keutamaan-keutamaannya di dalam Al-Qur'an dan Hadist. Di antaranya adalah mendapatkan hidayah di dunia, keamanan di akhirat. masuk ke dalam surga, dan lain-lain.

Yang kedua, semakin mengagungkan Allah. Karena seseorang ketika mendengar tentang sangat besarnya malaikat dia menyadari bahwa Allah yang menciptakan malaikat tesebut lebih besar. Dan seseorang apabila dia mendengar bahwa Allah memiliki hamba-hamba yang sangat banyak, pasukan-pasukan yang tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allah, maka dia menyadari bahwa Allah dialah raja yang haq, berkuasa yang maha tinggi, yang maha besar, yang maha mengatur segala perkara, maka keyakinan ini membawa dia kepada penyembahan kepada Allah dan meninggalkan penyembahan kepada selain Allah.

Yang ketiga, menjadikan seseorang tawadhu' dan jauh dari sufat sombong dan riya' di dalam ibadahnya karena dia mengetahui di sana ada para malaikat yang jauh lebih banyak ibadahnya kepada Allah dan mereka tidak memaksiati Allah.

Yang keempat, mengetahui rahasia-rahasia alam yang sangat teratur dan kejadian-kejadian yang ada di dalamnya, dan bahwasanyanya ada malaikat-malaikat yang Allah tugaskan dengan amalan-amalan yang berkaitan dengan alam semesta dan manusia.

Yang kelima, mencintai amal shalih. karena di sana ada malaikat yang menulis amal kebaikan dan di sana ada malikat-malaikat yang mendoakan dengan kebaikan bagi orang yang melakukan beberapa amal shalih.

Yang keenam, membeci kemaksiatan, karena di sana ada malaikat-malakat yang mencatat ucapan dan perbuatannya, dan di sana ada malaikat-malaikat yang mendoakan dengan kejelekan dan laknat bagi orang yang melakukan beberapa jenis kemaksiatan.

Yang ketujuh, meniru dan meneladani para malaikat di dalam ibadah ketaatan dan rasa takut mereka kepada Allah.

Yang kedelapan, bersyukur kepada Allah atas kenikmatan yang besar ini dimana Allah menugaskan para malaikat untuk melakukan amalan yang berkaitan dengan alam semesta dan manusia.

Halaqoh 24 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Beberapa Penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Malaikat-Malaikat Allāh Dan Penjelasan Tentang Beberapa Hak Malaikat

Beberapa Penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Malaikat-Malaikat Allāh Dan Penjelasan Tentang Beberapa Hak Malaikat

Di antara penyimpangan dalam hal iman dengan malaikat-malaikat Allah adalah yang pertama mengingkari keberadaan malaikat. Yang kedua mengingkari sebagian malaikat dan amalannya. Yang ketiga, menyamakan antara jin dan malaikat. Yang keempat adalah menyembah para malaikat. Di dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَٰؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ. قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ

"Dan hari dimana Allah menumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berkata kepada para malaikat: 'Apakah mereka dahulu menyembah kalian?' Para malaikat berkata: 'Maha suci Engkau, Engkaulah wali kami selain mereka. Akan tetapi mereka dahulu menyembah jin, sebagian besar mereka beriman kepada jin-jin tersebut.'" (Saba' 40-41)

Yang kelima di antara penyimpangan dalam hal iman kepada malaikat adalah memusuhi mereka. Allah berfirman:

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

"Barang siapa yang memusuhi Allah, malaikat-malaikatnya, rasul-rasulnya, Jibril dan Mika-il maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang yang kafir." (Al-Baqarah : 98)

Yang keenam di antara penyimpangan adalah menyakini bahwasanya malaikat berjenis kelamin wanita dan bahwasanya malaikat adalah anak wanita Allah. Allah berfirman:

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ. أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

"Maka tanyakanlah kepada mereka apakah anak-anak wanita itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah kami menciptakan malaikat-malaikat dengan jenis kelamin wanita sedang mereka menyaksikan." (As-Shaffat : 149-150)

Adapun hak malakat atas kita yang harus kita lakukan adalah mewujudkan beriman dengan empat poin yang sudah kita sebutkan.

Demikian pula mencintai mereka dan menghormati mereka karena Allah, karena mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan yang tidak memaksiati Allah.

Demikian pula, di antara hak mereka adalah tidak mengejek dan menghinda mereka atau tidak menjadikan mereka sebagai bahan bercanda, karena hal ini bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Demekian pula, menghindari apa yang dibenci oleh malaikat seperti gambar dan patung makhluk yang bernyawa, dan memelihara anjing di rumah. di dalam sebuah hadist Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَ تِمْثَالٌ

"Malaikat tidak memasuki sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan di antara yang dibenci malaikat adalah memakan makanan yang membuat bau mulut tidak sedap seperti bawang merah dan bawang putih dalam keadaan mentah. Di dalam sebuah hadist, Jabir radhiyallahu 'anhu berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ أَكْلِ الْبَصَلِ وَالْكُرَّاثِ ‏.‏ فَغَلَبَتْنَا الْحَاجَةُ فَأَكَلْنَا مِنْهَا فَقَالَ ‏ "‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الإِنْسُ

"Rasulullah ﷺ melarang dari memakan bawang merah dan kurrats (yaitu bawang bakung). Maka suatu saat kami sangat butuh dan kami pu nmakan darinya. Kemudian Nabi ﷺ berkata: 'Barang siapa yang memakan dari tanaman yang berbau ini maka janganlah dia mendekati mesjid kami karena sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan apa yang merasa terganggu dengannya manusia.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian pula dihindari meludah ke kanan ketika shalat maupun di luar shalat. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَلاَ يَبْصُقْ أَمَامَهُ، فَإِنَّمَا يُنَاجِي اللَّهَ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ، وَلاَ عَنْ يَمِينِهِ، فَإِنَّ عَنْ يَمِينِهِ مَلَكًا، وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ، فَيَدْفِنُهَا

"Apabila salah seorang di antara kalian berdiri untuk shalat maka janganlah dia meludah ke depan, karena sesungguhnya dia sedang menghadap Allah selama masih di tempat shalatnya, dan jangan pula meludah ke kanannya karena di sebalah kanan ada malaikat, dan hendaknnya meludah ke kiri atau ke kebawah kakinya kemudian memendamnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Halaqoh 23 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 12 Dari 12

Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 12 Dari 12

Di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia adalah, yang ketujuh, menghadiri majelis dzikir dan majelis ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

"Dan tidaklah berkumpul sebuah kaum di rumah di antara rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka kecuali akan turun atas mereka ketenangan, akan menyelimuti mereka rahmat, menaungi mereka malaikat-malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka dihadapan malaikat yang ada di sisiNya." (HR. Muslim)

Dan telah berlalu dalil yang lain pada halaqah ke 16.

Yang kedelapan mencatat orang-orang yang hadir shalat Jum'at. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَقَفَتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى باب الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الأَوَّلَ فَالأَوَّلَ، وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً، ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً، ثُمَّ كَبْشًا، ثُمَّ دَجَاجَةً، ثُمَّ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ، وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ ‏

"Apabila datang hari Jum'at berdiri para malaikat di pintu Mesjid menulis siapa yang pertama datang dan yang selanjutnya. Dan permisalan orang yang berpagi-pagi datang seperti orang yang menyembilh hadyu berupa onta, kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa sapi, dan yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa kambing, kemudian yang selanjunya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa ayam, kemudian yang selanjutnya seperti orang yang membayar hadyu berupa telur. Kemudian apabila keluar imam malaikat-malaikat tersebut melipat lebaran-lebarang catatan dan mendengar dzikir." -(HR. Bukhari)

Yang dimaksud dengan hadyu adalah sesuatu yang dikirim ke tanah haram di kota Makkah dalam rangka beribadah kepada Allah, ada di antara yang hukumnya wajib dan ada di antaranya yang hukumnya sunnah.

Yang kesembilan mencabut nyawa manusia. Allah berfirman:

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

"Katakanlah: Akan mewafatkan kalian malaikat maut yang ditugaskan kepada kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian." (As-Sajdah : 11)

Di dalam hadist Bara' ibn 'azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i dan hadistnya shahih, malaikat maut akan dibantu oleh malaikat-malaikat lain yang bertugas membawanya ke atas. Ada di antara manusia tersebut yang baik dan shalih dan dibawa oleh malaikat-malaikat rahmat, dan ada yang menzhalimi dirinya sendiri maka dibawa oleh malaikat-malaikat adzab. Dan Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ

"Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan menzhalimi diri sendiri." (An-Nahl : 28)

Dan Allah berfirman:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ

"Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik." (An-Nahl : 32)

Yang kesepuluh menanyai manusia di alam kubur, memberi nikmat kubur dan adzab kubur. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:

"Seorang hamba apabila diletakkan di kuburnya ditinggalkan, dan pergi para sahabatnya, sampai-sampai dengar suara sandal mereka, maka datanglah dua malaikat dan mendudukannya, kemudian berkata: 'Apa yang engkau katakan tentang laki-laki ini, Muhammad ﷺ.' Dia berkata: 'Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan rasulNya.' Maka dikatakan kepadanya: 'Lihat tempatmu di neraka, sungguh Allah telah menggantikannya untukmu sebuah tempat di surga.' Berkata Nabi ﷺ: 'Maka orang tersebut melihat kedua tempat semuanya.' Dan adapun orang yang kafir atau munafiq maka dia berkata: 'Aku tidak tahu, aku dahulu mengatakan apa yang dikatakan manusia.' Maka dikatakan kepadanya: 'Kamu tidak tahu dan tidak mengikuti.' Kemudian dipukul dengan palu dari besi dengan sebuah pukulan di antara dua telinganya, maka dia berteriak dengan sebuah teriakan yang di dengar oleh apa yang ada di sekitarnya kecuali jin dan manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan di antara amalan para malaikat yang berkaitan dengan manusia yang kesebelas adalah berperang bersama orang-orang yang beriman. Allah menceritakan pertolongannya kepada orang-orang yang beriman ketika perang Badr di dalam firmanNya:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

"Ingatlah ketika kalian meminta pertolongan kepada Rabb kalian maka Allah mengabulkan doa kalian. Sesungguhnya Aku mengirimkan kepada kalian seribu malaikat yang datang berturut-turut." (Al-Anfal : 9)

Rasulullah ﷺ sendiri melihat Jibril saat itu dan bersabda:

هَذَا جِبْرِيلُ آخِذٌ بِرَأْسِ فَرَسِهِ عَلَيْهِ أَدَاةُ الْحَرْبِ

"Ini adalah Jibril memegang kepala kudanya, memakai alat-alat perang." (HR. Bukhari)

Halaqoh 22 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 11 Dari 12

Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 11 Dari 12

Di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia adalah mengatur rahim. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا يَقُولُ يَا رَبِّ نُطْفَةٌ، يَا رَبِّ عَلَقَةٌ، يَا رَبِّ مُضْغَةٌ‏.‏ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقَهُ قَالَ أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ وَالأَجَلُ فَيُكْتَبُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ

"Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla menungaskan seorang malaikat untuk rahim, malakat berkata: 'Wahai Rabbku, setetes air mani. Wahai Rabbku, segumpal darah. Wahai Rabbku, segumpal daging.' Maka apabila Allah berkehendak untuk menyempurnakan penciptaannya, malaikat berkata: 'Ya Allah, apakah laki-laki atau wanita? Celaka atau bahagia? kemudia apa rezeki dan apa ajalnya?' Maka ditulislah semua itu ketika seseorang di perut ibunya." --(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٍّ أَمْ سَعِيدٍ

"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian berupa segumpal darah di dalamnya selama yang semisalnya (empat puluh hari), kemudian berupa segumpal daging di dalamnya selama yang semisalnya. Kemudian diutus seorang malaikat maka dia meniup ruh di dalamnya dan diperintah menulis empat kalimat: rezekinya, ajalnya, amalanya, dan dia bahagia atau celaka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang keempat di antara amalan manusia yang berkaitan dengan manusia adalah menjaga manusia dari marabahaya. Allah berfirman:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

"Dan Dialah zat yang maha berkuasa di atas para hambaNya dan mengutus kepada kalian para malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang dari kalian, maka utusan-utusan kami yang akan mewafatkannya dan mereka tidak akan menyia-nyiakan perintah Allah." (Al-An'am : 61)

Para malaikat itu menjaga manusia dari marabahaya dari depan dan belakangnya dan apabila datang taqdir Allah maka merekapun membiarkannya. Allah berfirman:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

"Setiap manusia memiliki malikat-malaikat yang bergantian yang berada di depan dan belakangnya yang bertugas menjaganya dengan perintah dari Allah." (Ar-Ra'd : 11)

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa malaikat yang mengikuti setiap manusia ada empat. Dua malaikat sebagai pencatat amal, di kanan dan di kiri. Dan dua malaikat sebagai penjaga dari bahaya di depan dan belakang. Mereka ini bergantian dengan malaikat lain setiap malam dan siang. Rasulullah ﷺ bersabda:

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ، فَيَسْأَلُهُمْ وَهْوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ

"Bersama kalian ada malaikat-malaikat yang bergantian, beberapa malaikat di malam hari, dan beberapa malaikat di siang hari. Dan mereka berkumpul ketika shalat subuh dan shalat ashar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam bersama kalian, maka Allah bertanya kepada mereka sedangkan Allah lebih tahu tentang mereka: 'Bagaimana keadaan hamba-hambaKu ketika kalian meninggalkan mereka?' Maka mereka berkata: 'Kami meninggalkan mereka sedangkan mereka dalam keadaan shalat. Dan kami mendatangi mereka sedangkan mereka sedang shalat.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara amalan malaikat yang berkaitan dengan manusia adalah mendorong manusia untuk berbuat baik. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ وَقَرِينُهُ مِنَ الْمَلَائِكَةِ. قَالُوا: وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَإِيَّايَ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ

"Tidaklah ada di antara kalian seorang pun kecuali diberikan kepadanya qarin dari kalangan jin dan qarin dari kalangan malaikat. Para shabat berkata: 'Demikian pula engkau wahai rasulullah?'" Beliau berkata: 'Demikian pula aku, akan tetapi Allah telah menolongku, kemudian jin itu masuk Islam maka dia tidak memerintahkanku kecuali kebaikan.'" --(HR. Muslim)

Di antara tugas malaikat yang berkaitan dengan manusia yang keenam adalah menyampaikan kepada Rasulullah ﷺ salam dari umatnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلاَمَ

"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa berjalan di permukaan bumi menyampaikan salam untukku dari umatku." (Hadist shahih riwayat An-Nasa'i)"

Halaqoh 21 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 10 Dari 12

Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 10 Dari 12

Di antara amalan malaikat yang kita diperintahkan untuk beriman dengannya adalah amalan mereka yang berkaitan dengan manusia, mulai awal penciptaan manusia di dlaam perut ibunya, penulisan taqdir, penulisan ucapan dan perbuatan dia selama di dunia, pencabutan ruh dan seterusnya.

Di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia, yang pertama adalah perantara antara Allah dan antara hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Di antara malaikat ada yang Allah berikan tugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul. Ada di antara wahyu yang langsung diberikan Allah kepada seorang nabi dan ada yang di antaranya yang melalui malaikat. Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

"Dan tidaklah Allah berbicara kepada manusia kecuali wahyu yang diwahyukan secara langsung atau berbicara kepadanya dari balik hijab, atau Allah mengutus seorang malaikat utusan kemudian malaikat tersebut mewahyukan dengan izin Allah apa yang Allah kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana." --(Asyura : 51)

Jibril adalah yang paling sering melaksanakan tugas ini. Allah berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Katakanlah barang siapa yang menjadi musuh bagi Jibril maka sesungguhnya dia telah menurunkan al-Qur'an atas hatimu dengan izin Allah membenarkan apa yang sebelumnya petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman." (Al-Baqarah : 97)

Dan terkadang selain Jibril juga turun membawa wahyu sebagaimana ucapan Abdullah Ibn 'Abbas radhiyallahu 'anhuma:

بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: «هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ فَسَلَّمَ وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أَعْطيته»

"Ketika Jibril duduk bersama Nabi ﷺ tiba-tiba Jibril mendengar suara dari langit, kemudian beliau mengangkat kepadalanya seraya berkata: 'Ini adalah pintu di langit dibuka hari ini, belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari ini' Maka turunlah dari pintu tersebut seorang malaikat kemudian Jibril berkata: 'Ini adalah malaikat turun ke bumi, dia belum pernah turun sebelumnya kecuali hari ini.' Kemudian malaikat tersebut mengucapkan salam dan berkata kepada Nabi ﷺ: 'Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu - fatihatul kitab dan ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari keduanya kecuali engkau akan diberi.'" --(HR. Muslim)

Yang kedua di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia adalah menulis amal kebaikan dan kejelekan manusia. Allah berfirman:

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ

"Dan sesungguhnya atas kalian ada malaikat-malaikat penjaga yang mulia lagi menulis." --(Al-Infithar : 10-11)

Jumlahnya ada dua malaikat, kiri dan kanan untuk setiap manusia. Allah berfirman:

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Ketika dua malaikat menulis di kanan dan dikiri senantiasa bersamanya, tidaklah ada ucapan kecuali ada malaikat yang mengawasi yang ditugaskan untuk itu." (Qaf : 17-18)

Mereka bertugas mencatat semua amalan manusia. Allah berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

"Dan diletakkanlah kitab catatan maka engkau angkau akan melihat orang-orang yang berbuat maksiat takut dengan apa yang ada di dalamnya, dan mereka berkata: 'Celaka kami, kitab ini tidak meninggalkan amalan kecil ataupun besar kecuali ditulisnya.' Dan mereka mendapatkan apa yang mereka amalkan hadir di depannya. Dan Rabbmu tidak menzhalimi seorang pun." (Al-Kahfi : 49)

Sampai niat dan kehendak yang ada di hati pun mereka tulis:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ فَلاَ تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا سَيِّئَةً وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا عَشْرًا

"Allah Azza wa Jalla berkata: 'Apabila hambaKu berkehendak melakukan kejelekan, maka janganlah kalian tulis. Kemudian apabila dia melakukan kejelekan tersebut maka tulislah satu kejelekan. Dan apabila dia berkehendak berbuat baik maka tulislah satu kebaikan, kemudian apabila dia mengamalkannya maka tulislah sepuluh kebaikan.'" -(HR. Muslim)

Hikmah dari pencatatan ini adalah menunjukkan keadilan Allah dan bahwasanya Allah tidak menzhalimi manusia dalam ketaatan yang dia lakukan dan kemaksiatan yang dia kerjakan.

Minggu, 15 November 2020

Halaqoh 20 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 09 Dari 12

Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 09 Dari 12

Di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta, yang ketujuh, adalah menjaga kota Mekkah dan Madinah. Mekkah dan Madinah adalah dua kota yang dimuliakan oleh Allah. Mekah di dalamnya ada Baitullah, dan Madinah adalah tempat hijrah Nabi ﷺ dan tempat kuburan beliau, dan di sanalah beliau akan dibangkitkan. Dan keutamaan kedua kotai ini sangat banyak.

Di antara malikat Allah ada yang ditugaskan menjaga kota Mekkah dan Madinah dari Dajjal. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ، إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ، لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّينَ، يَحْرُسُونَهَا، ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

"Tidak ada sebuah negeri kecuali akan diinjak oleh Dajjal, kecuali Mekkah dan Madinah. Tidak ada jalan di kota Madinah kecuali ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian goncanglah kota madinah dengan penduduknya tiga kali goncangan, maka Allah mengeluarkan darinya setiap orang kafir dan munafiq." --(HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadist yang lain beliau ﷺ bersabda:

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلاَئِكَةٌ لاَ يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلاَ الدَّجَّالُ

"Di seluruh jalan-jalan Madinah ada malaikat-malaikat. MAdinah tidak akan dimasuki wabah penyakit dan Dajjal." (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang kedelapan adalah menaungi negeri Syam. Negeri Syam adalah negeri yang Allah berkahi. Di sana ada Masjid Al-Aqsha, salah satu mesjid yang kita dianjurkan ke sana dalam rangka beribadah. Masjid Al-Aqsha adalah tempat Nabi ﷺ ber-Isra', dan dari sanalah beliau di-Mi'raj-kan ke langit.

Allah telah menugaskan sebagian malaikatnya untuk membentangkan sayapnya di sana. Rasulullah ﷺ bersabda:

طُوبَى لِلشَّأْمِ

"Keburuntungan bagi Negeri Syam."

Maka para sahabat radhiyallahu 'anhum berkata:

لأَىٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ

"Mengapa demikian Wahai Rasulullah?"

Maka beliau ﷺ bersabda:

لأَنَّ مَلاَئِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

"Karena malikat-malaikat Ar-Rahman membentangkan sayap-sayap mereka atas Negeri Syam." (Hadist shahih diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)

Demikianlah sebagian tugas malaikat yang berkaitan dengan alam semesta. Allahlah yang memerintahkan malaikat, mengizinkan mereka, dan menghendaki, sedangkan malaikat yang melaksanakan, yang mengatur langsung, dengan perintah, izin, kehendak Allah. Apa yang mereka kerjakan tidak keluar dari perintah Allah berfirman:

لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Mereka tidak memaksiati Allah di dalam apa yang Allah perintahkan, dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim : 6)

Halaqoh 19 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Malaikat: Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 08 Dari 12

Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 08 Dari 12

Di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta, yang keempat, adalah menjalankan awan dan menurunkan hujan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا

"Maka demi malaikat-malaikat yang menggiring awan." (Ash-Shaaffat : 2)

Dan di antara malaikat-malaikat tersebut adalah Ar-Ra'd sebagaimana telah berlalu hadistnya.

Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa suatu saat seorang laki-laki sedang di tanah yang lapang tiba-tiba dia mendengar suara dari arah mendung: 'Airilah kebun fulan' Maka bergeraklah awan tersebut dan mencurahkan airnya di suatu bidang tanah.

Yang kelima, di antara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta adalah mengurus gunung. Rasulullah ﷺ bersabda:

فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ، وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ، فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ، فَسَلَّمَ عَلَىَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ، فَقَالَ ذَلِكَ فِيمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمِ الأَخْشَبَيْنِ،

"Maka aku melihat tiba-tiba Jibril memanggilku dan berkata sesungguhnya Allah telah mendengarkan ucapan kaummu kepadamu dan bantahan mereka kepadamu, dan sungguh Allah telah mengutus malaikat gunung supaya kamu memerintahnya sekehendakmu, kemudian malaikat gunung memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku, dan berkata: 'Wahai Muhammad, jika engkau menghendaki maka aku akan menjatuhkan dua gunung yang keras ini ke atas mereka.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang keenam, meniup sangkakala. Rasulullah ﷺ bersabda:

كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدِ الْتَقَمَ صَاحِبُ الْقَرْنِ الْقَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ وَأَصْغَى سَمْعَهُ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْمَرَ أَنْ يَنْفُخَ فَيَنْفُخَ

"Bagaimana aku bisa merasa nikmat sedangkan peniup sangkakala telah menaruh sangkakala di mulutnya, mengerutkan dahi, memasang telinganya, menunggu sewaktu-waktu diperintahkan oleh Allah untuk meniup, maka dia akan meniup." (Hadist shahih diriwayatkan Tirmidzi)

Dan telah berlalu sebagian sifat malaikat penuip sangkakala.