Minggu, 13 September 2020

Halaqoh 68 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 01 Dari 02

Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 01 Dari 02

Setelah dibersihkan hatinya maka orang-orang yang beriman akan digiring menuju sorga dengan terhormat dan dimuliakan. Allah akan kembali memuliakan nabi-Nya di hadapan orang-orang yang beriman. Beliau ﷺ akan diizinkan untuk memberikan syafa'at untuk calon penduduk sorga supaya dibukakan pintu sorga. Syafa'at ini juga termasuk syafa'at khusus bagi beliau ﷺ. Beliaulah ﷺ yang pertama kali akan mengetuk pintu sorga. Beliau ﷺ bersabda:

وأنا أوَّلُ مَن يَقْرَعُ بابَ الجَنَّةِ.

"Dan akulah yang pertama kali akan mengetuk pintu sorga"--(HR. Muslim)

Beliau ﷺ juga bersabda: "Aku akan mendatangi pintu sorga pada hari kiamat kemudian aku minta untuk dibuka. Berkatalah penjaga sorga: 'Siapa kamu?' Aku menjawab: 'Muhammad'. Berkatalah penjaga sorga: 'Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untk seorang pun sebelummu.'" (HR. Muslim)

Dibukalah pintu-pintu sorga dan masuklah penduduk sorga dengan disambut oleh para malaikat. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya:

"Dan orang-orang yang bertaqa kepada Rabb mereka akan digiring ke sorga secara berombongan sehingga apabila mereka sampai ke sorga dan pintu-pintunya sudah dibuka dan berkatalah penjaga-penjaga sorga kepada mereka:'Salam atas kalian, kalian telah baik, maka masuklah kalian ke dalam sorga sedangkan kalian kekal di dalamnya.' Dan mereka mengucapkan:'Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya untuk kami dan telah memberi kami tempat ini. Kami diperkenankan menempati tempat di dalam sorga di mana saja kami kehendaki.' Maka sorga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." --(Az-Zumar : 73-74)

Umat nabi ﷺ merekalah yang pertama kali akan masuk sorga sebelum umat yang lain. Beliau ﷺ bersabda:

نَحْنُ الآخِرُونَ الأوَّلُونَ يَومَ القِيامَةِ، ونَحْنُ أوَّلُ مَن يَدْخُلُ الجَنَّةَ،

"Kita adalah umat yang terakhir tapi akan menjadi yang pertama di hari kiamat, dan kita yang pertama kali akan masuk sorga." --(HR. Bukhori dan Muslim)

Rombongan pertama dari umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan masuk sorga, wajah-wajah mereka terang seperti bulan di malam bulan purnama. (HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

Di dalam hadist Sahl ibn Sa'ad radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: "Akan masuk sorga dari umatkan 70 ribu atau 700 ribu (keraguan dari perawi hadist), mereka saling bergandengan tangan di antara mereka sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam sorga. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama. Ada yang mengatakan merekalah orang-orang yang masuk sorga tanpa hisab dan tanpa 'adzab. Dan sabda beliau ﷺ "sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam sorga" maksudnya mereka akan masuk ke dalam sorga dalam keadaan satu shaff secara serentak, dan ini menunjukkan sangat besarnya pintu sorga.

Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya orang-orang faqir muhajirin akan lebih dulu masuk ke dalam sorga 40 tahun sebelum orang-orang kaya muhajirin.

Halaqoh 67 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Al Qantharah Dan Qishash Di Antara Orang-Orang Yang Beriman

Al Qantharah Dan Qishash Di Antara Orang-Orang Yang Beriman

Al-Qantharah secara bahasa adalah jembatan. Adapun secara syariat, maka yang dimaksud dengan al-Qantharah adalah jembatan lain setelah shirat yang terletak antara neraka dan sorga tempat berkumpulnya orang-orang beriman setelah melewati neraka sebelum memasuki sorga. Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya Qantharah ini, yaitu tempat akan dibersihkan hati-hati orang-orang beriman dengan diqishash di antara mereka dan ini menunjukkan keadilan Allah subhanahu wa ta'ala. Rasulullah ﷺ bersabda:

يَخْلُصُ المُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ، فيُحْبَسُونَ علَى قَنْطَرَةٍ بيْنَ الجَنَّةِ والنَّارِ، فيُقَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِن بَعْضٍ مَظالِمُ كانَتْ بيْنَهُمْ في الدُّنْيا، حتَّى إذا هُذِّبُوا ونُقُّوا أُذِنَ لهمْ في دُخُولِ الجَنَّةِ، فَوالذي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بيَدِهِ، لَأَحَدُهُمْ أهْدَى بمَنْزِلِهِ في الجَنَّةِ منه بمَنْزِلِهِ كانَ في الدُّنْيا.

"Orang-orang yang beriman yang selamat dari neraka mereka akan ditahan di qantharah antara sorga dan neraka, kemudian akan diqishash kezhaliman-kezhaliman yang terjadi di antara mereka di dunia, sehingga apabila sudah dibersihkan dan disucikan mereka akan diizinkan untuk masuk sorga, dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh salah seorang dari mereka lebih mengetahui rumahnya di sorga daripada rumahnya di dunia." (HR. Bukhori)

Yang akan dibersihkan di sini adalah ghill yang ada di dalam hati-hati orang-orang beriman seperti hasad, dendam, kebencian dan lain-lain yang kadang terjadi di antara mereka. Semakin bersih hati seseorang dari di dunia dari ghill maka akan semakin sebentar qishash-nya dan akan semakin cepat dia masuk ke dalam sorga. Sebaliknya banyak ghill, hasad, dendam dan kebencian kepada sesama orang yang beriman maka akan semakin lama qishash-nya dan akan semakin lama dia masuk ke dalam sorga.

Qishash di Qantharah ini terjadi di antara orang-orang beriman saja, dengan maksud pembersihan hati. Adapun qishash di Padang Mahsyar maka untuk semua makhluk yang kafir maupun yang mu'min, yang mencakup qishash karena kezhaliman harta, fisik, maupun kehormatan.

Apabila sudah bersih dari ghill barualh mereka bisa masuk sorga, karena tidak akan masuk sorga kecuali orang yang sudah benar-benar bersih dan baik keadaannya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ

"Dan Kami akan hilangkan ghill dari dalam dada-dada mereka." --(Al-Hijr: 47)

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala membersihkan hati kita dan saudara-saudara kita dari hasad, dendam, dan kebencian yang tidak dibenarkan, dan semoga Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan kita, hamba-hambanya yang mudah untuk memaafkan orang lain.

Halaqoh 66 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 03 Dari 03

Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 03 Dari 03

Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau ﷺ yang akan memberikan syafa'at bagi dua dan tiga orang. Beliau ﷺ bersabda:

إنَّ الرَّجلَ ليشفَعُ للرَّجلينِ والثَّلاثةِ

"Sesungguhnya seseorang sungguh akan memberikan syafa'at bagi dua orang dan tiga orang." --(Hadist shahih riwayat Al-Bazzar)

Para syuhada akan Allah berikan kesempatan untuk memberikan syafa'at bagi 70 orang kerabatnya. Beliau ﷺ bersabda:

يَشفَعُ الشَّهيدُ لسَبعينَ مِن أهلِه

"Orang yang syahid itu akan memberi syafa'at bagi 70 orang dari keluarganya (kerabatnya)." --(Hadist shahih riwayat Abu Daud)

Sebuah kebahagian yang luar biasa seseorang memberi syafa'at untuk orang tua, anak-anak, istri dan saudara-saudaranya di saat mereka sangat membutuhkan.

Ada di antara umat beliau ﷺ yang akan memberi syafa'at untuk orang banyak. Rasulullah ﷺ bersabda:

يدخُلُ الجنَّةَ بشفاعةِ رجلٍ من أمتي أكثَرُ من بني تميمٍ! قيل: يا رسول اللهِ، سِواك؟ قال: سواي.

"'Akan masuk sorga lebih dari jumlah Banin Tamim dengan sebab syafa'at satu orang dari umatku.' Dikatakan kepada beliau, 'Ya Rasulullah, apakah orang itu adalah selain dirimu?' Beliau menjawab: 'Ya, dia adalah orang lain selain diriku.'" (Hadist shahih riwayat Tirmidzi)

Bani Tamim adalah kabilah yang terkenal besar di zaman Nabi ﷺ. Semakin besar iman seseorang maka akan semakin besar harapan untuk bisa memberikan syafa'at kepada orang lain.

Orang yang banyak melaknat orang lain di dunia tidak bisa memberi syafa'at di hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ اللَّعّانِينَ لا يَكونُونَ شُهَداءَ، ولا شُفَعاءَ يَومَ القِيامَةِ.

"Orang-orang yang banyak melaknat tidak akan memberi saksi dan tidak akan memberi syafa'at di hari kiamat." --(HR. Muslim)

Anak-anak orang-orang yang beriman yang meninggal sebelum dewasa akan memberikan syafa'at bagi kedua orang tuanya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Anak-anak kecil orang-orang yang beriman akan menjadi da'amish sorga." Arti da'amish adalah jentik-jentik nyamuk yang senantiasa ada di kolam. Maksud beliau ﷺ bahwasanya anak-anak kecil tersebut pasti akan masuk sorga dan tidak akan meninggalkannya (orang tuanya). Kemudian beliau ﷺ mengatakan: "Salah seorang di antara mereka menemui ayahnya atau kedua orang tuanya kemudian memegang pakaian atau memegang tangannya seperti aku mengambil ujung pakaianmu ini, maka dia tidak akan melepaskan pegangannya sampai Allah memasukkan dia dan kedua orang tuanya ke dalam sorga." (HR. Muslim) Ini adalah kabar gembira bagi setiap orang tua yang bersabar ketika diuji oleh Allah dengan meninggalnya anak yang belum dewasa.

Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafa'at. Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafa'at pada hari kiamat untuk seorang hamba. Puasa berkata: 'Wahai Rabbkum aku telah menahannya dari makan dan syahwatnya di siang hari maka terimalah syafa'atku untuknya.' Al-Qur'an berkata: 'Wahai Rabbku sesungguhnya aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari maka terimalah syafa'atku untuknya.'" Maka diterimalah syafa'at keduanya." (hadist shahih riwayat Ahmad di dalam musnad beliau) Ini adalah dorongan bagi seseorang untuk berpuasa karena Allah dan menjaga adab-adabnya dan dorongan untuk membaca Al-Qur'an karena Allah dan memnunaikan hak-haknya.

Demikianlah, mereka akan memberikan syafa'at setelah diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada mereka. Orang-orang yang bertauhid sajalah yang akan mendapatkan syafa'at. Adapun orang-orang musyrik, orang-orang kafir, dan orang-orang munafik maka mereka tidak akan mendapatkan syafa'at. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

"Maka tidak akan bermanfaat bagi mereka syafa'at orang-orang yang memberikan syafa'at." --(Al-Muddatssir : 48)

Orang-orang yang berdoa kepada nabi, atau malaikat atau orang-orang shaleh, dengan alasan ingin mendapatkan syfa'at dari mereka justru tidak akan mendapatkan syafa'at karena mereka telah membatalkan iman mereka dengan menyekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dengan beribadah.

Minggu, 06 September 2020

Halaqoh 65 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 02 Dari 03

Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 02 Dari 03

Rasulullah ﷺ akan memberikan syafa'at untuk umatnya para pelaku dosa besar yang disiksa di dalam neraka. Di dalam hadist Anas bin Malik Rasdhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, bahwasanya Nabi ﷺ akan meminta izin kepada Allah untuk memberikan syafa'at dan beliau diizinkan. Maka Allah akan mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian yang sebelumnya tidak pernah diajarkan kepada beliau di dunia. Dan beliau bersujud, maka dikatakan kepada beliau: "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berkatalah maka akan didengar perkataanmu, mintahlah maka kamu akan diberi, berikanlah syafa'at maka akan diterima syafa'atmu." Beliau ﷺ berkata: "Wahai Rabbku, umatku, umatku." Dikatakan kepada beliau: "Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman sebesar biji gandum." Maka beliau pergi dan melakukannya.

Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allah subhanahu wa ta'ala dan sujud kepadanya, maka dikatakan kepada beliau: "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berkatalah maka akan didengar perkataanmu, mintahlah maka kamu akan diberi, berikanlah syafa'at maka akan diterima syafa'atmu." Beliau ﷺ berkata: "Wahai Rabbku, umatku, umatku." Dikatakan kepada beliau: "Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman sebesar dzarrah (atau biji sawi)." Maka beliau ﷺ pergi dan melakukannya.

Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allah subhanahu wa ta'ala dan sujud kepadanya, maka dikatakan kepada beliau: "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berkatalah maka akan didengar perkataanmu, mintahlah maka kamu akan diberi, berikanlah syafa'at maka akan diterima syafa'atmu." Beliau ﷺ berkata: "Wahai Rabbku, umatku, umatku." Dikatakan kepada beliau: "Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman yang lebih kecil dan lebih kecil dari sebuah biji sawi." Maka beliau ﷺ pergi dan melakukannya.

Kemudian keempat kalinya beliau datang dan kembali memuji Allah subhanahu wa ta'ala dan sujud kepadanya, maka dikatakan kepada beliau: "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berkatalah maka akan didengar perkataanmu, mintahlah maka kamu akan diberi, berikanlah syafa'at maka akan diterima syafa'atmu." Beliau ﷺ berkata: "Wahai Rabbku, izinkan aku memberi syafa'at kepada setiap orang yang mengatakan Laa ilaaha illallaah. Maka Allah berkata: "Demi keperkasaanku, kebesaranku, keagungankku dan kemuliaanku sungguh akan Aku keluarkan dari neraka orang yang mengatakan laa ilaaha illallah." Maksudnya adalah orang yang mengatakan laa ilaha illallah dengan ikhlash dari hatinya dan tidak membatalkannya dengan kesyirikan.

Di dalam shahih Bukhori disebutkan bahwasanya di antara amalan yang bisa menjadi sebab kita mendapatkan syafa'at Nabi Muhammad ﷺ di akhirat adalah membaca doa setelah mendengar adzan, yaitu

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Dan di antara amalan tersebut adalah bersabar atas kesusahan hidup di kota Madinah kemudian meninggal di dalamnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

"Tidaklah seseorang sabar terhadap kesusahannya (Madinah) kemudian dia mati, kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya, atau menjadi saksi baginya pada hari Kiamat. Jika dia seorang Muslim." --(HR. Muslim)

Ada dua golongan dari umat Nabi ﷺ yang tidak akan mendapatkan syafa'at beliau ﷺ, beliau ﷺ bersabda:

صِنفان من أمَّتي لن تنالَهما شفاعتي إمامٌ ظلومٌ غشومٌ وكلُّ غالٍ مارقٍ

"Dua golongan dari umatku yang tidak akan mendapatkan syafa'atku: Pemimpin yang sholim dan setiap orang yang berlebih-lebihan dalam beragama." --(Hadist hasan riwayat Ath-Thobrani di dalam Al-Mu'jam Al-Kabir)

Halaqoh 64 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 01 Dari 03

Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 01 Dari 03

Setelah sebagian orang-orang yang beriman selamat melewati neraka maka Allah subhanahu wa ta'ala akan memberikan izin kepada mereka untuk memberikan syafa'at kepada saudara-saudara mereka orang-orang yang beriman yang terjatuh ke dalam neraka. Rasulullah ﷺ bersabda di dalam hadist Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Al-Bukhori dan Muslim:

Ketika orang-orang beriman selamat dari neraka maka "demi dzat yang jiwaku di tanganNya tidak ada yang lebih gigih di dalam memohon kepada Allah hak saudara-saudara mereka yang jatuh ke dalam neraka daripada orang-orang yang beriman di hari kiamat. Mereka berkata: 'Wahai Rabb kami, saudara-saudara kami dahulu mereka shalat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan haji bersama kami.'" Ini menunjukkan tentang keutamaan berteman dengan orang-orang yang shaleh dan melakukan ibadah-ibadah tersebut bersama mereka. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Maka Allah berkata: 'Keluarkanlah oleh kalian orang-orang yang kalian kenal' Maka diharamkanlah wajah-wajah mereka atas neraka. Maksudnya orang-orang yang beriman yang melakukan dosa besar dan disiksa di dalam neraka akan dilindungi wajah-wajah mereka dari api neraka sehingga bisa dikenal. Merekapun mengeluarkan banyak orang. Ada di antaranya yang api neraka sudah membakar sampai pertengahan kedua betisnya dan ada yang sampai kedua lututnya.

Kemudian mereka berkata: "Wahai Rabb kami tidak tersisa seorang pun yang engkau perintahkan untuk kami keluarkan." Maka Allah berkata: "Kembalilah kalian, barang siapa yang kalian dapatkan di dalam hatinya ada kebaikan seberat satu dinar maka keluarkanlah." Merekapun kembali mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: "Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan seorang pun yang engkau perintahkan untuk kami keluarkan."

Maka allah berkata: "Kembalilah kalian, barang siapa yang kalian dapatkan memiliki kebaikan seberat seteangh dinar didalam hatinya maka keluarkanlah." Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: "Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan seorang pun yang engkau perintahkan untuk kami keluarkan."

Maka Allah berkata: "Kembalilah kalian, barang siapa yang kalian dapatkan memiliki kebaikan seberat satu dzarrah, maka keluarkanlah." Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang. Yang dimaksud dengan dzarrah adalah atom, yaitu bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak bisa dibelah lagi. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Mereka berkata: 'Wahai Rabb kami, kami tidak sisakan di dalam neraka seorang pun yang memiliki kebaikan.' Allah berkata: "Para malaikat telah memberikan syafa'at, para nabi telah memberikan syafa'at, dan orang-orang yang beriman telah memberikan syafa'at, dan tidak tersisa kecuali Dzat yang paling Penyayang.'" Kemudian Allah menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan kaum yang tidak pernah berama sedikit pun, keadaan mereka telah menjadi arang. Kemudian mereka dilempar ke dalam sungai yang berada di mulut-mulut surga yang dinamakan dengan Sungai Kehidupan. Mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya benih di dalam lumpur sisa banjir. Maksudnya akan dengan cepat tumbuh karena benih yang berada di dalam lumpur sisa banjir akan lebih cepat tumbuh disebabkan banyaknya faktor yang mendukung seperti tanah yang lembut, air yang memadai, dan adanya unsur-unsur yang bermanfaat sebagaimana hal ini diketahui oleh para ahli.

Kemudian beliau ﷺ bersabda: "Apakah kalian pernah melihat benih yang tumbuh ketika dekat dengan batu atau dekat dengan pohon? Bagian yang dekat dengan matahari akan berwarna kuning dan hijau, dan yang lebih dekat dengan bayangan akan berwarna putih." Maksudnya ada yang mengatakan bahwasanya bagian badan yang terbakar yang lebih dekat dengan sorga akan lebih cepat sempurnah daripada bagian badan yang dekat dengan neraka. Rasulullah ﷺ bersabda: "Kemudian mereka akan keluar seperti mutiara dan di leher-leher mereka ada khowatim yang dikenal oleh para penduduk sorga. Sebagian mengatakan bahwasanya yang dimaksud dengan khowatim adalah beberapa barang yang terbuat dari emas yang dikalungkan di leher mereka. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Maka berkatalah penduduk sorga: 'Mereka adalah orang-orang yang Allah bebaskan. Allah telah memasukkan mereka ke dalam sorga tanpa sebab amalan yang mereka amalkan dan tanpa sebab kebaikan yang mereka lakukan.'"

Rabu, 02 September 2020

Halaqoh 63 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 04 Dari 04)

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 04 Dari 04)

Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah dosa wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya. Rasulullah ﷺ : "Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk neraka adalah wanita, mereka telah ingkar." Dikatakan kepada beliau: "Apakah mereka ingkar kepada Allah?" Beliau bersabda: "Mereka ingkar kepada suami-suami mereka, mengingkari kebaikan-kebaikan mereka, apabila engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sekian lama, kemudian dia melihat dari sesuatu yang tidak membuat dia senang, maka wanita tersebut akan berkata 'Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu.'" --(HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Seorang wanita yang sholehah hendaklah bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur kepada suaminya, karena dengan sebabnya Allah subhanahu wa ta'ala menjaga dia sebagai seorang istri, menutupi kekurangannya, menunaikan hajatnya, dan lain-lain. Dan secara umum bersyukur kepada orang lain yang berbuat baik kepada kita diperintahkan di dalam agama Islam. Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendoakan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah! Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya." (hadist shahih riwayat Abu Daud dan An-Nasa'i)

Dan di antara dosa yang membahayakan kehidupan seorang hamba di akhirat adalah tiga dosa yang tercantum di dalam sabda Rasulullah ﷺ: "Tiga orang yang Allah haramkan masuk sorga: pecandu khomr (minuman keras), anak yang durhaka dan dayyuts (yaitu laki-laki yang membiarkan kejelekan di dalam keluarganya). Seorang kepala keluarga yang membiarkan kemaksiatan di dalam keluarganya dan memfasilitasi dikuatirkan terkena ancaman ini. Seorang kepala keluarga dituntut untuk tegas dan lembut dengan keluarganya. Rasa sayang bukan berarti harus memberi segala yang diminta, dan mendidik mereka untuk ta'at tidak identik dengan kekerasan. Istri dan anak adalah ujian dan titipan Allah. Kewajiban kita adalah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari neraka. Dan hidayah di tangan Allah subhanahu wa ta'ala.

Dan di antara dosa yang membahayakan adalah durhaka kepada kedua orang tua. Dan di antara bentuk durhaka adalah menyakiti orang tua dengan lisan, dengan sikap, atau pun dengan tangan. Seorang muslim dan muslimah diperintah untuk berlemah lembut kepada orang tua, merendahkan diri dihadapan mereka, dan menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat. Dan di antara bentuk bakti yang paling berharga kepada orang tua kita adalah mengeluarkan mereka dari kegelapan kesyirikan, kebid'ahan, dan kemaksiatan menuju caya tauhid, sunnah dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Dan di antara dosa yang membahayakan adalah doa seorang pejabat yang menipu bawahan atau rakyatnya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba Allah berikan sebuah jabatan kemudian dia mati dalam keadaan menipu bawahan atau rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan dia masuk ke dalam sorga." (HR. Al-Bukori dan Muslim). Di antara bentuk menipu kepada rakyat adalah tidak menasihati mereka demi keselamatan dunia dan akhirat mereka, tidak memenuhi hak-hak mereka, tidak berbuat adil terhadap mereka, dan lain-lain. Maksud diharamkan masuk sorga disini bahwasanya pelakunya tidak bisa masuk sorga secara langsung namun dia berhak untuk diazab di dalam neraka terlebih dahulu apabila Allah menghendaki.

Ini adalah beberapa contoh dosa-dosa besar dan para ulama telah mengarang buku kusus tentang dosa-dosa besar, kita pelajari supaya kita bisa menjauhi. Keyakinan ahlussunnah bahwasanya pelaku dosa besar di bawah kehendak Allah. Kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengampuni, dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengazabnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke sorga. dan Azab neraka bagi pelaku dosa besar meskipun tidak selamanya namun bukan sesuatu yang ringan. Satu menit dibakar dengan api dunia adalah perkara yang berat, maka bagaimana dibakar dalam waktu yang lama dengan api akhirat yang jauh lebih panas. Rasulullah ﷺ bersabda: "Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari neraka jahannam." --(HR. Al-Bukori dan Muslim). Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah daripada kesabaran di dalam menghadapi azab neraka di akhirat.

Selasa, 01 September 2020

Halaqoh 62 Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 03 Dari 04)

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Terjatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (Bagian 03 Dari 04)

Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh kedalam neraka adalah dosa bunuh diri. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:

"Barang siapa yag melempar dirinya dari gunung untuk membunuh dirinya maka dia berada di dalam neraka jahannam, dilempar di dalamnya kekal selamanya. Dan barang siapa meneguk racun untuk membunuh dirinya maka di dalam neraka jahannam dia akan meletakkan racun di tangannya, dia meneguknya selamanya di neraka. Dan barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi maka besi tersebut di tangannya, dia menusuk dengan besi tersebut perutnya di neraka, kekal selamanya." --(HR. Bukhari dan Muslim).

Bunuh diri bukanlah cara untuk lepas dari masalah, namun justru akan mendatangkan masalah yang jauh lebih besar. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya.

Di antara dosa tersebut adalah membunuh tanpa hak. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya." --(An-Nisa' 93)

Para ulama menjelaskan bahwasanya yang dimaksud dengan "kekal di neraka" bagi orang yang membunuh orang yang beriman tanpa hak atau bunuh diri, yaitu pada asalnya inilah balasan untuk orang tersebut, namun dalil lain menerangkan bahwasanya orang yang beriman sekecil apapun imannya atau sebesar apa pun dosanya, dia akan keluar dari neraka baik dengan ampunan Allah ataupun dengan syafa'at.

Dan di antara dosa tersebut adalah memakan riba. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir." --(Ali 'Imran : 130-131)

Dan betapa banyak praktik riba di zaman sekarang. Seseorang yang akan melakukan sebuah transaksi hendaklah dia mengetahui ilmunya dan janganlah dia menganggap mudah perkara riba ini. Dan barang siapa peninggalkan sesuatu karena Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

Dan di antara dosa yang berbahaya adalah menggambar makhluk yang bernyawa. Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ أشدَّ النَّاسِ عذابًا عندَ اللَّهِ يومَ القيامةِ المصوِّرونَ

"orang yang paling keras adzabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar" --(HR. Bukhori dan Muslim)

Dan maksud dari "penggambar" di sini adalah penggambar makhluk bernyawa, termasuk di dalamnya adalah orang yang membuat patung makhluk bernyawa dan orang yang melukis makhluk bernyawa. Banyak para ulama yang memasukkan gambar fotografi di dalam larangan ini. Tidak diperbolehkan kecuali karena darurat, seperti untuk surat-surat penting dan lain-lain. Perbedaan pendapat di antara ulama dan banyaknya manusia yang melakukan janganlah menjadi alasan bagi seseorang untuk bermudah-mudahan untuk gambar fotografi ini.

Dan di antara dosa tersebut adalah wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:

"Dua golongn dari penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka. Sebuah kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan lenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, mereka tidak akan masuk ke dalam sorga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau sorga dapat dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."

Dan makna berpakaian tetapi telanjang ada yang mengatakan menutupi sebagian aurat dan membuka sebagian yang lain untuk menampakkan keindahan atau memakai pakaian tetapi tidak sempurna seperti memakai pakaian yang tipis atau membentuk badan. Seorang muslimah hendaknya bersungguh-sungguh di dalam menjaga hijabnya dan ikhlas karena Allah. Semoga kesabaran seorang muslimah atas rasa gerah, risih dan ribet yang mungkin di rasakan oleh sebagian dan juga kesabaran menghadapi gunjingan orang lain menjadi selamatnya dia dari ancaman neraka.